Kunjungi juga blog pribadi admin (Myth, Sains, Health,etc) di www.oscarutomo.com

Hamba yang bersyukur karena dipenjara  

Posted by Oscar in

Ada seorang raja yang memiliki seorang pengawal pribadi yang setia dan baik hati. Suatu hari sang raja dan pengawalnya pergi untuk berburu. Saat di hutan tanpa sengaja sang raja terjatuh dan jari kelingkingnya terputus akibat terkena pedang yang dibawanya. Sang raja yang sedang kesakitan itu menyalahkan pengawalnya katanya si pengawal tak becus menjaganya. Kemudian sang raja mengutus si pengawal itu di jebloskan penjara.

Beberapa bulan berlalu, sang raja bersama pengawal pribadinya yang baru kembali berburu di hutan. Lagi-lagi nasib sial datang, sang raja dan pengawalnya tertangkap oleh penduduk hutan itu. Saat sang raja melihat apa yang dikerjakan oleh penduduk hutan itu ia sadar bahwa ia dan pengawal pribadinya akan dipersembahkan kepada dewa mereka. Karena ketakutan, raja lalu mengangkat tangannya untuk minta tolong kepada TUHAN. Saat itulah para penduduk hutan itu melihat bahwa jari kelingking raja terputus, dan karena mereka sangat menghormati dewa mereka, mereka tak mau mempersembahkan korban persembahan yang cacat. Akhirnya sang raja dibebaskan dan hanya pengawal pribadinya yang dijadikan persembahan. Setelah itu sang raja pulang ke istananya samabil bersyukur serta menyesal karena telah menghukum pengawal pribadinya yang tak bersalah ke dalam penjara.

Sesampainya di istana ia segera ke penjara untuk membebaskan pengawalnya. “Pengawalku, maafkan aku karena telah menghukum engkau yang tak bersalah.” “Tidak apa-apa Tuanku,walaupun demikian hamba tidak menyesal melayani tuanku. Tapi kalau boleh tahu, mengapa Tuanku tiba-tiba membebaskan hamba?” Sang raja kemudian menceritakan apa yang dialaminya dengan pengawalnya di hutan.
Pengawal pribadi raja yang mendengar itu kemudian berkata “TERIMA KASIH TUANKU, TUAN TELAH MENJEBLOSKAN HAMBA KE PENJARA. KALAU TIDAK HARI INI PASTI HAMBA YANG MENJADI KORBAN PERSEMBAHAN KARENA TUBUH HAMBA TIDAK CACAT.”

Bersyukurlah senantiasa karena apa yang kita alami hanya sebuah “goresan” kecil untuk menghindarkan kita dari “goresan” yang menyembelih kita! Tuhan lebih mengijinkan jari raja itu putus karena IA tidak ingin raja itu mati.

“SEPERTI BAPA SAYANG ANAKNYA, DEMIKIANLAH TUHAN SAYANG KEPADA ORANG-ORANG YANG TAKUT AKAN DIA.”

This entry was posted on Sabtu, 17 Januari 2009 at 02.31 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 komentar

Posting Komentar